Terbang 15 Jam, Penumpang Tiduran di Lantai Pesawat, Tuai Pro-Kontra

New York – Penerbangan jarak jauh memang kerap kali melelahkan. Biasanya penumpang hanya bisa merebahkan sandaran kursi. Berbeda dengan itu, penumpang ini istirahat dengan tiduran di lantai.
Penerbangan jarak jauh sangat menjenuhkan. Hal itu karena tak banyak aktivitas bisa dilakukan. Selain itu, kita juga mesti duduk berjam-jam di kursi yang sama.

Hal tersebut membuat sebagian orang tak betah dan kerap mencari kesibukan atau berusaha mengganti posisi. Namun, berbeda dengan itu, penumpang ini justru mencari alternatif lain, yakni dengan istirahat dan tiduran di lantai pesawat.

Mungkin bagi masyarakat Indonesia, hal ini kerap terlihat pada moda transportasi kereta pada beberapa tahun lalu. Namun, hal ini justru hal yang sangat jarang terjadi di penerbangan.

Aksi tersebut dilakukan oleh seorang penumpang pria paruh baya dan direkam oleh sang anak bernama Natalie Bright. Video tersebut telah diputar lebih dari 11,3 juta penonton dan menghasilkan 543 ribu likes.

Pada video singkat tersebut menunjukkan penumpang pria paruh baya tersebut tidur berbaring di antara dua baris kursi.

“Terbang (dengan) ekonomi selama 15 jam? Tidak masalah,” tulis sang putri dengan nada dalam rekaman video ayahnya.

Kendati tempatnya tidur sangat sempit, tetapi sang ayah terlihat sangat menikmati tidur di sela-sela kursi tersebut. Ia memejamkan mata dan tidak terusik dengan sang anak yang merekamnya.

“Lebih banyak ruang untuk semua orang,” Bright memberi judul pada videonya.

Sontak video tak biasa ini mengundang para netizen untuk nimbrung dan mengomentari kejadian ini. Netizen pun ada yang kemampuan sang Ayah yang bisa tidur di tempat yang sempit itu.

“Ini sangat cerdas – tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” tulis seorang netizen.


“Saya telah hidup selama 25 tahun, belum pernah melihat gerakan ini sebelumnya,” kata yang lain.

Namun, beberapa netizen pun ada yang mempertanyakan tentang hal yang tidak biasa tersebut. Banyak mereka mempertanyakan kebijakan awak kabin.

“Ini sama buruknya dengan lantai rumah sakit!,” ujar seorang netizen.

“Tidak mungkin pramugari membiarkan siapapun melakukan hal ini?,” tulis seorang netizen.

Walau begitu, ada juga yang membela sang Ayah yang hanya ingin beristirahat.

“Mereka melakukannya dalam penerbangan panjang. Selama tidak ada yang mengeluh maka mereka tidak akan mengganggu Anda,” jawab seseorang.


Namun, terdapat netizen juga yang mengatakan bahwa beberapa standar harus dibuang dalam penerbangan jarak jauh yang sulit.

“Penerbangan selama 15 jam itu mendorong Anda sampai ke batas kemampuan Anda, https://juswortele.com saya sudah melakukannya selama 10 tahun!,” ujar netizen yang melumrahkan hal ini.

Mengutip New York Post, Jumat (17/11/2023), beberapa maskapai memang diketahui telah melarang aktivitas tidur di lantai. Menurut Stack Exchange, Qantas, JAL, dan Finnair adalah maskapai yang tidak mengizinkan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*